Langsung ke konten utama

I'll Live on as a Villain

‡«NOVEL TERJEMAHAN»‡

SLOW UP!!

I'll Live On As A Villain




ALL RIGHTS AND CREDITS BELONG TO 

👇🏻👇🏻

Penulis

Kim Da-ham , 김 다함

Status

On going


NOTE!! Ini aku terjemahin sendiri, dibantu sama app penerjemah. So ya gitu, huehehe

♥(✿ฺ'∀'✿ฺ)ノ



DESKRIPSI: 👇🏻

Saya bereinkarnasi menjadi penjahat dari sebuah buku yang berusaha membunuh! 


Tapi ...


"Aku tidak melakukannya, jadi mengapa aku harus memperbaikinya?" 


Saya memikirkannya sejenak. Mari kita selesaikan saja! 


"... Dingin, kan?" 


Saya dibuang ke suatu tempat yang dingin. Sangat dingin.


Aku akan mati, tetapi aku hanya memiliki tumpukan kayu yang tidak terbakar dengan baik! 


Aku memanggil Theoharis, iblis api, untuk hidup, dan ... 


"Kau memanggilku hanya untuk menyalakan api?" 


"Baiklah, cukup nyalakan saja." 


Iblis ini adalah gangguan yang tidak ada habisnya!


"Kamu memanggilku. Jadi kamu harus bertanggung jawab untukku. "


"Bertanggung jawab? Kenapa harus saya?"


 "Kontrak itu untuk seumur hidup." 


Hei, aku hanya ingin menyalakan api!


Ini adalah kisah tentang penjahat yang ingin hidup damai, dan Iblis Theoharis, yang ingin kontraknya terpenuhi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 210

 Selamat membaca kakak!! Oh ya, untuk chapter ini dan seterusnya, di tl oleh kak fresella dengan nama wp @Fresella**** Terimakasih kak! ❤ . . . Setelah melihat sosok kecil yang muncul entah dari mana, Vinter berhenti bernapas. Dia buru-buru menarik ujung tongkatnya. Kwaaang-! Dan sihir serangan itu melewati Yvonne dengan jarak yang sedikit lagi akan mengenainya, dan sihir itu menghantam dinding dan menyebabkan suara dan getaran yang besar. Namun, berkat sihir yang melapisi bangunan ini, dindingnya tidak berlubang. "Ugh......!" Sihir yang menyapu kantor itu dengan cepat membuat asap. Dan di antara asap itu, ada seorang wanita dan seorang anak kecil yang mengenakan topeng singa terungkap. "Sudah kubilang aku pasti akan menghancurkannya." Yvonne tertawa terbahak-bahak. Vinter pun mengerutkan kening dan memasang ekspresi yang terlihat putus asa. "Raon!" Dia adalah seorang anak yang sangat berharga karena dia pintar. Tapi mata Raon, terlihat dari celah topeng s...

Chapter 182

 Selamat membaca kakak!! Oh ya, untuk chapter ini dan seterusnya, di tl oleh kak fresella dengan nama wp @Fresella**** Terimakasih kak! ❤ . . . Vinter menatapku dengan mata yang melotot dan memaksaku untuk segera menjawab. Tidak, mungkin itu hanya alasanku. "Itu..." Saya ragu-ragu untuk waktu yang lama, sambil membuka bibir saya dan menutupnya lagi begitu terus selama beberapa saat. Tidaklah jelas untuk mengatakan bahwa masalah kepercayaan adalah jawaban yang benar. Dia mengira saya akan membunuh Yvonne, tetapi dia malah berusaha untuk menyembunyikan kejahatan saya. 'Tidak. Kamu memperlakukanku seperti penjahat ganas ketika kekacauan itu terjadi, bagaimana itu disebut sebagai kepercayaan?' atau 'Tidak. Terakhir kali saat kamu membuat keributan itu, kamu memperlakukanku seperti penjahat kejam, mungkin ini masalah kepercayaan?' Setelah perjuangan yang panjang, saya menjawab dia yang terus memandang saya. "Yah...kedengarannya seperti karaktermu." "...

Chapter 101

. . . 'Apa itu?' Secara reflektif ke jendela sistem yang melayang, tatapan ku naik ke atas kepala eclis. Dan aku membuka mataku. '.... Sudah hilang!' Kalimat itu [Minat 77%], yang baru saja berkilau dengan jelas di kepalanya diubah menjadi [periksa ketertarikannya]. Selain itu, bar ukuran yang diisi dengan warna putih telah berubah menjadi merah gelap. Tapi sebelum aku bisa mengenali apa yang telah terjadi, sebuah tulisan baru muncul. ____ <SYSTEM>  Warna ditampilkan pada bar pengukur tempat ketertarikan. ____ <SYSTEM>  DALAM RANGKA UNYUK MEMERIKSA KETERTARIKANNYA, BUATLAH KONTAK FISIK DENGAN TARGET. –––– "Elise...." Sambil melihat ke jendela sistem dengan mata gemetar, aku berhasil berbicara. Suara yang kencang keluar seolah² sedang tercekik. "Berikan padaku, aku akan meletakkannya untuk mu." Sudut² mulutku yang gemetar terangkat dengan susah payah dan memerintahkan. Eclis perlahan melepas tangan yang ia kenakan di bibirnya. - Traaak.  K...